Review Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna

Table of Contents

Resensi Novel Review Buku Lagi Probation Karya Samuel Ray 1

Ada kalanya manusia tidak membutuhkan nasihat panjang untuk kembali melihat hidup dari sisi yang berbeda. Kadang sebagai manusia kita hanya membutuhkan sebuah cerita yang terasa dekat, familiar, sederhana tetapi diam-diam berhasil menyentuh bagian paling dalam dari diri sendiri. Hal itulah yang coba ditawarkan Brian Khrisna melalui novel karyanya yang berjudul Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati.

Sekilas, judul novel ini terdengar ringan, dan buat saya sendiri cukup mengundang rasa penasaran. Namun, jangan terkecoh karena dibalik seporsi mie ayam, Brian mencoba menyampaikan cerita tentang kesepian, luka batin, penerimaan diri, kesehatan mental, serta pencarian alasan untuk tetap menjalani hidup.

Melalui ulasan ini, yuk kita bahas isi buku, keunggulan, kekurangan, serta alasan mengapa buku ini layak untuk Anda baca. Tapi sebelum lanjut, mari berkenalan dulu dengan penulisnya.

Siapa Brian Khrisna?

Brian Khrisna merupakan penulis asal Bandung

Brian Khrisna merupakan penulis asal Bandung yang lahir pada 17 Januari 1992. Sebelum dikenal melalui buku-bukunya, Brian lebih dahulu membangun namanya melalui platform Tumblr sejak sekitar 2010 dengan nama pena Mbeeer. Tulisan-tulisannya yang berisi sajak, cerita, senandika, hingga humor membuatnya memiliki pembaca sebelum akhirnya masuk ke dunia penerbitan.

Karya pertama Brian yang diterbitkan berjudul Merayakan Kehilangan pada 2016. Setelah itu, Brian melahirkan sejumlah karya lain seperti berjudul The Book of Almost, This Is Why I Need You, Kudasai, Museum of Broken Heart, Parable, dan 23:59.

Satu hal yang membuat saya kagum dan langsung tau oh ini tulisan karya Brian adalah ciri khasnya yang mampu membicarakan persoalan berat menggunakan bahasa yang ringan dan dekat dengan keseharian.

Sinopsis Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati endingnya gimana?

Novel ini memperkenalkan pembaca kepada Ruslan Abdul Wardhana atau Ale, seorang pria berusia 37 tahun yang merasa kehidupannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ale tumbuh dengan pengalaman tidak menyenangkan yang membuatnya memiliki pandangan buruk terhadap dirinya sendiri. Ia merasa tidak diterima oleh lingkungan, mengalami berbagai bentuk perundungan, menghadapi persoalan dalam hubungan sosial, serta merasa tidak memperoleh dukungan yang cukup dari keluarga.

Semua pengalaman tersebut membuat Ale mengalami kelelahan mental dan kehilangan harapan terhadap kehidupannya. Pada satu titik, ia mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya. Namun sebelum itu, Ale memiliki satu keinginan sederhana yaitu menikmati seporsi mie ayam yang ia sukai.

Dari premis sederhana tersebut, cerita kemudian berkembang menjadi perjalanan yang jauh lebih besar. Sesuatu yang awalnya dipandang sebagai akhir justru mempertemukan Ale dengan berbagai kejadian dan orang yang membuatnya kembali mempertanyakan arti kehidupan hingga mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidup.

Menariknya, kisah Ale tidak hanya lahir dari imajinasi Brian karena dalam proses penulisannya, Brian mengangkat pengalaman sejumlah penyintas depresi dan melakukan banyak wawancara untuk memahami pengalaman mereka. Ia juga berkonsultasi dengan teman dan psikiater selama proses penulisan.

Review Isi Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Siapa saja tokoh di Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati?

Setelah membaca novel ini secara utuh, menurut saya kekuatan utama novel ini terletak pada cara Brian membicarakan persoalan serius yaitu kesehatan mental tanpa membuat ceritanya terasa seperti buku motivasi yang sedang menggurui pembaca.

Ale bukan karakter yang sempurna karena kepribadiannya banyak memiliki rasa kecewa, marah, minder, kesepian, dan berbagai pikiran yang membuat hidup terasa semakin berat. Justru karena itulah karakternya terasa manusiawi.

Saya sebagai pembaca dapat melihat bagaimana pengalaman buruk yang terus menumpuk bisa memengaruhi cara seseorang memandang dirinya dan dunia di sekitarnya.

Menceritakan tentang apa buku seporsi mie ayam sebelum mati?

Brian juga tidak menyampaikan pesan seperti berceramah panjang. Ia membiarkan cerita berjalan secara natural melalui interaksi Ale dengan orang-orang yang ditemuinya. Bahasa yang digunakan cenderung kasual, mengalir, dan sesekali diselipi humor dan secuplik makian. 

Hal menarik lainnya adalah simbol mie ayam dalam cerita. Makanan yang bisa kita jumpai dimana saja tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari cerita, tetapi perlahan berubah menjadi simbol tentang hal-hal sederhana yang membuat hidup terasa layak untuk dijalani dengan nikmat. 

Pesan yang muncul bukan tentang mencari alasan hidup yang selalu besar dan spektakuler. Sebaliknya, novel ini mengajak pembaca melihat bahwa terkadang alasan untuk melanjutkan hari bisa datang dari sesuatu yang sangat sederhana.

Dengan ketebalan sekitar 216 halaman, novel ini juga relatif mudah diselesaikan. Alurnya cenderung bergerak cepat dan tidak terlalu bertele-tele sehingga cocok bagi pembaca yang ingin menikmati novel reflektif tetapi tidak terlalu berat secara struktur alias tidak terasa seperti novel reflektif.

Kelebihan Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

  • Mengangkat Isu Terkini (Kesehatan Mental)= Kesehatan mental, kesepian, penerimaan diri, dan tekanan kehidupan merupakan persoalan yang dekat dengan banyak orang. Brian berhasil memasukkan isu tersebut ke dalam cerita tanpa menjadikannya sekadar tempelan.
  • Gaya Bahasa Mudah Dipahami= Meski membicarakan persoalan yang cukup serius, narasinya tetap terasa seperti seseorang yang sedang bercerita kepada kita.
  • Tokohnya Terasa Manusiawi (Relate)= Ale tidak digambarkan sebagai tokoh yang selalu kuat dan bijaksana. Ia memiliki banyak kekurangan dan pergulatan batin. Justru hal tersebut membuat karakternya terasa lebih dekat dengan pembaca (manusiawi).
  • Punya Banyak Bahan untuk direnungkan= Novel ini tidak hanya menawarkan cerita, tetapi juga mengajak pembaca memikirkan kembali bagaimana kita memperlakukan diri sendiri dan orang lain.

Saya sendiri juga suka dengan elemen Seporsi Mie Ayam, seolah seperti mengatakan bahwa sesuatu yang dianggap sangat biasa dapat memiliki makna besar ketika ditempatkan dalam situasi yang tepat.

Popularitas novel ini juga tak main-main karena sejak diterbitkan pada Februari 2025, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati telah mencapai cetakan ke-100 pada Mei 2026 dan dilaporkan telah terjual kurang lebih mencapai 250 ribu eksemplar.

Kekurangan Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

  • Emosional dan Berpotensi Triggering Trauma= Cerita tokoh Ale dalam novel ini dapat menjadi pemicu trauma (membangkitkan kembali kenangan buruk atau menimbulkan reaksi secara psikologis) bagi pembaca yang memiliki atau pernah memiliki pengalaman serupa. Maka dari itu, diharapkan kebijaksanaan pembaca dalam memahami cerita.
  • Terdapat Penggunaan Diksi yang Kasar= Terdapat beberapa gaya bahasa yang kontras seperti penggunaan kata kasar dan makian pada beberapa karakter tokoh, sehingga tidak cocok untuk anak di bawah 17 tahun kadang terasa dipaksakan.
  • Penting untuk diingat, karena berkaitan dengan kesehatan mental dan keputusasaan, novel ini mungkin terasa emosional bagi sebagian pembaca. Sehingga dibutuhkan lebih banyak kehati-hatian. Baca buku ini sebagai karya fiksi reflektif, bukan sebagai panduan untuk menangani persoalan terkait kesehatan mental dan keputusasaan.

Kenapa Harus Membaca Novel Ini?

Bagaimana alur cerita novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati?

  • Karena ceritanya sedikit banyak menawarkan sekaligus mengajak pembaca berhenti sejenak untuk melihat kembali hal-hal kecil nan berharga yang sering dilewatkan begitu saja.
  • Karena novel ini cocok untuk Anda yang menyukai novel dengan tema kehidupan, kesehatan mental, dan penerimaan diri.
  • Karena alur ceritanya juga ada mengangkat realitas hidup kelas pekerja yang jujur dan apa adanya, membuat pembaca lebih menghargai perjuangan hidup orang lain di sekitar mereka (meningkatkan empati).

Secara keseluruhan, menurut saya Brian seperti ingin mengingatkan kita sebagai pembaca bahwa hidup tidak selalu harus memiliki alasan yang besar untuk terus dijalani. 

Terkadang, alasan itu bisa sesederhana sebuah percakapan atau pertemuan dengan seseorang, mengingat kenangan manis atau bahkan sekedar menikmati seporsi mie ayam yang belum sempat dinikmati.

Yuk mulai belajar dan membiasakan diri untuk memandang hal-hal sederhana di sekitar kita dengan cara yang sedikit berbeda.

 

Harga Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

  • Judul: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
  • Penulis: Brian Khrisna
  • Penerbit: Grasindo
  • Tahun terbit: 2025
  • Tebal: sekitar 216 halaman
  • Genre: Fiksi kontemporer, drama dan reflektif
  • ISBN: 978-602-05-3132-8
  • Harga: Rp74.000 hingga Rp99.000
  • UNTUK 17 TAHUN KEATAS
Apa Pelajaran yang Bisa Diambil dari Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati?

BACA JUGA: PERAN CONTENT WRITER DALAM KAMPANYE ANTI KORUPSI

Posting Komentar