6 Film Solo Traveling Terbaik Wajib Ditonton Sebelum Solo Trip

Table of Contents

Solo traveling semakin populer sebagai cara untuk mengeksplorasi dunia sekaligus mengenal diri sendiri. Namun, tidak semua orang langsung berani memulai karena rasa takut, ragu, hingga overthinking sering menjadi penghalang untuk mulai solo traveling.

Menariknya, konten visual seperti film dapat menjadi salah satu media untuk membangun kesiapan mental sebelum melakukan solo traveling. Film solo traveling tidak hanya hiburan, tetapi juga menghadirkan perspektif, pengalaman emosional, serta gambaran realistis tentang perjalanan individu menghadapi dunia tanpa orang yang kita kenal.

Jika kamu sedang mencari film tentang solo traveling, berikut rekomendasinya. Diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus motivasi untuk kamu sebelum memulai solo trip.

1. Into the Wild (2007)

Film Into the Wild (2007) adalah drama biografi tentang kisah nyata Christopher McCandless, seorang pemuda yang meninggalkan kehidupan modern, mendonasikan tabungannya, dan bertualang ke hutan Alaska untuk mencari jati diri dan kebebasan.

Film ini mengisahkan perjalanannya yang inspiratif namun tragis, di mana ia akhirnya meninggal karena kelaparan di tengah alam liar. Chris terjebak di Alaska selama musim dingin dan meninggal di dalam bus tua (Bus 142) setelah kehabisan persediaan makanan

Christopher McCandless yang meninggalkan kehidupan sehari-harinya untuk menjelajahi alam liar Alaska menjadi simbol pencarian makna hidup di luar norma sosial. Dari sudut pandang solo traveling, film ini menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan besar, sekaligus memahami risiko dari setiap pilihan. Insight utama dalam film ini adalah tentang kebebasan selalu datang bersama tanggung jawab dan tentu saja konsekuensi.

2. Eat Pray Love (2010)

Film Eat Pray Love (2010), yang dibintangi oleh Julia Roberts, menceritakan perjalanan Elizabeth Gilbert mencari jati diri dan kebahagiaan setelah perceraian yang menyakitkan. Liz menjelajahi dunia: menikmati makanan di Italia (Eat), spiritualitas di India (Pray), dan menemukan keseimbangan cinta di Bali, Indonesia (Love).

Film ini menjadi representasi populer dari konsep healing journey melalui traveling sekaligus menunjukkan hebatnya kemandirian seorang Wanita.

Di Indonesia, film ini cukup populer karena menampilkan keindahan Bali dan melibatkan aktris legendaris Indonesia, Christine Hakim. Lewat film ini, terbukti bahwa solo traveling dapat menjadi salah satu sarana refleksi dan pemulihan emosional.

3. Wild (2014)

Film ini mengikuti perjalanan Cheryl Strayed menyusuri Pacific Crest Trail seorang diri. Tidak seperti gambaran traveling yang glamor, film ini menampilkan sisi berat, kesepian, dan perjuangan fisik yang nyata.

Insight utama dari film ini adalah solo traveling sering kali penuh tantangan, bukan hanya momen indah. Jadi realistis penting dan diperlukan untuk membangun ekspektasi dan persiapan yang lebih matang sebelum melakukan solo trip.

4. The Secret Life of Walter Mitty (2013)

Film The Secret Life of Walter Mitty (2013) menceritakan tentang Walter Mitty (Ben Stiller), seorang manajer aset negatif majalah LIFE yang pemalu dan gemar melamun. Ketika foto penting untuk sampul terakhir majalah hilang, Walter terpaksa keluar dari zona nyaman dan melakukan perjalanan dunia nyata yang luar biasa untuk menemukannya.

Walter harus melacak fotografer legendaris Sean O'Connell (Sean Penn) untuk mendapatkan klise film nomor 25 yang hilang. Walter Mitty sendiri adalah karakter yang terjebak dalam rutinitas harian yang membosankan, hingga akhirnya di dorong mau tak mau menjelajahi dunia. Film ini menggabungkan visual sinematik dengan pesan yang kuat tentang keberanian mengambil langkah.

Transformasi karakter dalam film ini relevan bagi calon solo traveler yang masih berada dalam fase ragu. Keberanian untuk memulai sering kali menjadi titik balik kehidupan, termasuk keberanian untuk memulai solo traveling.

5. Tracks (2013)

Film Tracks (2013) adalah film drama petualangan berdasarkan kisah nyata (diangkat dari buku memoar berjudul sama) karya Robyn Davidson (diperankan Mia Wasikowska), seorang wanita yang berjalan kaki sejauh 2.700 km melintasi gurun Australia barat pada tahun 1977. Ditemani empat unta dan seekor anjing, ia melakukan perjalanan sembilan bulan dari Alice Springs ke Samudra Hindia untuk mencari kedamaian.

Film ini menyajikan pemandangan alam gurun Australia yang liar, indah, menawan dan menantang. Perjalanan ini didanai oleh National Geographic dengan syarat fotografer Rick Smolan (Adam Driver) mendokumentasikan beberapa bagian perjalanannya.

Perjalanan Robyn Davidson melintasi gurun Australia seorang diri dan minim interaksi sosial menjadikan perjalanan ini sebagai ujian mental yang tak bisa disepelekan. Tracks memperlihatkan bahwa solo traveling bukan hanya soal menemukan destinasi intah, tetapi juga tentang ketahanan diri.

6. Before Sunrise (1995)

Before Sunrise (1995) menceritakan kisah romantis tentang dua orang asing, Jesse (seorang pria Amerika) dan Céline (seorang mahasiswi Prancis), yang bertemu di kereta Eurail. Mereka memutuskan turun bersama di Wina dan menghabiskan satu malam menjelajahi kota sambil berbincang sebelum Jesse kembali ke AS keesokan paginya.

Film ini menawarkan perspektif berbeda dengan menyoroti interaksi antara dua orang asing yang bertemu saat traveling. Meskipun bukan perjalanan sepenuhnya sendiri, film ini menggambarkan peluang koneksi yang muncul saat solo trip.

Tips Memulai Solo Traveling untuk Pemula

  • Utamakan lokasi dengan tingkat keamanan baik dan akses yang mudah.
  • Susun itinerary yang fleksibel, rencana tetap diperlukan tetapi beri ruang untuk spontanitas jangan terlalu terpaku oleh jadwal.
  • Kelola ekspektasi karena Pengalaman tidak selalu sesuai rencana, dan itu merupakan bagian dari proses dan bagian serunya solo traveling
  • Prioritaskan keamanan dan pastikan komunikasi tetap terjaga dengan keluarga atau teman selama perjalanan.

Jadi, mana film favorit kamu?

Posting Komentar