Kisah Nyata = Turun Temurun Mengatasi Nyeri Menstruasi dengan Jamu Kunyit, Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Daftar Isi
Jamu Kunyit untuk Nyeri Haid

Cobalah tanya pada rekan atau teman lama sesama wanita, apa kesannya atas haid setiap bulannya? Yakinlah, tak sedikit diantara mereka pasti punya jawaban agak merana akibat rasa nyerinya yang luar biasa.

Saya pun demikian, sebab saya juga termasuk satu diantara wanita yang pernah, harus merasai nyeri luar biasa menjelang menstruasi. Hingga di usia menjelang 30 ini, adakalanya saya mengutuki, kok bisa sih sesakit ini.

Kenapa Perempuan Harus Menstruasi Tiap Bulan?

Mengatasi Nyeri Haid dengan Jamu Kunyit

Sebenarnya menstruasi adalah bagian alami dari kehidupan setiap wanita, namun nyeri menstruasi yang berlebihan (dismenore) bisa menjadi masalah yang sangat mengganggu. 

Mengutip dari laman Siloam Hospital, haid atau menstruasi adalah kondisi berupa keluarnya darah dari vagina yang terjadi setiap bulan. Menstruasi adalah proses normal dari organ reproduksi wanita yang biasanya dimulai pada usia 12 tahun dan berlangsung hingga memasuki masa menopause.

Pada dasarnya, menstruasi dapat terjadi karena organ reproduksi wanita sedang mempersiapkan kehamilan untuk setiap bulannya. Kondisi ini ditandai dengan pelepasan sel telur dari indung telur ke tuba falopi serta penebalan dinding rahim atau endometrium. 

Apabila tidak terjadi pembuahan, maka lapisan endometrium tersebut akan meluruh sehingga menyebabkan keluarnya darah melalui vagina. Masih dari laman Siloam Hospital, disebutkan juga jika terdapat sejumlah gejala umum yang terjadi akibat kontraksi rahim tadi yaitu sebagai berikut.

  • Dismenore atau nyeri pada bagian bawah perut,
  • Nyeri pada punggung bagian bawah, pinggul, dan paha bagian dalam.
  • Sakit kepala.
  • Lemas.
  • Diare.
  • Mudah marah.

Resep Jamu Kunyit Diwariskan Turun Temurun dari Nenek

cara membuat jamu kunyit asam

Sebenarnya kebiasaan minum jamu kunyit ini sudah diaplikasikan sedari saya kecil. Saya masih ingat betul saat duduk di bangku sekolah dasar dulu, saya dan adik saya misuh-misuh setiap hari Minggu pagi. Jadi, mamak kami di rumah punya ritual dimana saat hari Minggu pagi, kami wajib minum segelas kecil jamu kunyit usai sarapan atau kami tak dibolehkan main ke rumah kawan.

Waktu itu, saya belum paham, sedahsyat apa manfaat jamu kunyit, sehingga meminumnya dengan rasa terpaksa agar diizinkan main ke rumah teman.

Mamak selalu mengatakan, minum kunyit ini biar sehat badanya, biar gak gampang sakit, segelas kecil saja seminggu sekali sudah cukup.

Ritual ini berlangsung terus hingga kami, saya dan adik saya beranjak SMP bahkan SMA. Namun ketika saya memasuki masa SMP, dimana waktu ini saya mendapatkan haid pertama, saya mulai menyadari meski sedikit, sedahsyat apa manfaat jamu kunyit yang kami minum. 

Jamu kunyit tidak hanya untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun lebih dalam lagi, jamu kunyit ternyata bagus untuk mendukung kesehatan reproduksi wanita.

Saya ingat betul mamak jadi menambah porsi saya minum jamu setelah saya mendapatkan haid pertama dari yang sebelumnya hanya segelas per minggu jadi dua gelas per minggu. Saya bagaimana? Ya masih misuh-misuh, rasanya itu lho ketika di tenggak, haduh! Begitu saya mengeluh dulu (masih belum sadar manfaatnya nih).

Tapi mamak saya tipe yang teguh pendirian, masih ingat saya ucapan mamak saya dulu begini. “Udah minum jamu ini, biar lancar haidmu, biar gak lemas badanmu pas haid, biar gak ngeluh-ngeluh sakit-sakit perut terus pas haid (nyeri dan kram).

Apakah jamu itu saya minum? Jawabnya kadang saya minum kadang saya buang diam-diam. Begitulah saya dulu. Saya lebih memilih mengkonsumi obat pereda nyeri yang banyak dijual di apotek. Hingga satu hari saya tersadar, sampai kapan ini berlangsung seperti ini?

Setiap bulan saat mendekati waktu haid hingga haid hari ketiga, saya selalu merasakan kram yang sangat menyakitkan hingga sulit beraktivitas. Kadang sangking tak tertahankan, saya harus mengambil cuti dari kantor. Barulah di haid hari ketiga dan seterusnya rasa nyeri itu berangsur-angsur lenyap.

Sebenarnya saya telah mencoba berbagai obat penghilang rasa nyeri. Tetapi hal itu hanya untuk sementara. Obat penghilang nyeri yang saya konsumsi bukan solusi jangka panjang yang memuaskan. Bahkan karena dikonsumsi setiap bulan malah memunculkan rasa takut akan efek samping yang mungkin mempengaruhi kesehatan tubuh saya di masa depan.

Suatu hari, seorang teman merekomendasikan jamu kunyit. Ia mengatakan sudah membuktikan sendiri manfaatnya setelah memperoleh info tersebut dari seorang tokoh keagamaan yang juga seorang dokter. Videonya viral di media social seperti Instagram dan Youtube yang menjelaskan manfaat jamu kunyit untuk nyeri haid. Meskipun awalnya skeptis, saya memutuskan untuk mencobanya.

Ternyata Minum Jamu Kunyit Ngaruh Banget!

manfaat minum jamu kunyit untuk kesehatan

Saya mulai minum jamu kunyit seminggu sebelum menstruasi dan tetap melanjutkan mengkonsumsinya hingga menstruasi usai. Saya minum satu gelas kecil setiap pagi setelah sarapan.

Setelah empat bulan rutin minum jamu kunyit, saya merasakan perubahan yang signifikan. Kram yang biasanya sangat menyakitkan mulai berkurang intensitasnya. Saya bisa lebih fokus bekerja tanpa terganggu nyeri, sehingga tidak perlu mengambil jatah cuti dari kantor.

Jamu kunyit yang saya minum rutin, saya buat sendiri sesuai resep dari mamak saya. Ternyata mamak saya benar dan alangkah menyesalnya saya, kenapa tak sedari dulu menuruti anjuran mamak saya. Begitulah, penyesalan selalu datang belakangan.

Saya sendiri belum pernah meminum jamu kunyit kemasan, selalu buat sendiri. Ternyata mamak saya mendapatkan resep jamu kunyit tersebut dari mamanya alias nenek saya. Jadi sebenarnya itu resep turun temurun.

Cara Membuat Jamu Kunyit

Untuk teman-teman yang ingin membuktikan sendiri manfaat jamu kunyit, yuk dicoba dan berikut resep sederhana yang bisa diikuti.

Bahan-Bahan

  • 100 gram kunyit segar
  • 50 gram asam jawa
  • 100 gram gula merah
  • 1 liter air

Cara Membuat

  1. Cuci bersih kunyit, lalu kupas dan parut.
  2. Rebus air hingga mendidih, masukkan parutan kunyit, asam jawa, dan gula merah.
  3. Aduk hingga semua bahan tercampur rata dan gula merah larut.
  4. Setelah mendidih, kecilkan api dan biarkan selama 10-15 menit.
  5. Saring jamu untuk memisahkan ampas, lalu biarkan dingin sejenak.
  6. Jamu kunyit siap diminum. Bisa disimpan di dalam kulkas untuk konsumsi beberapa hari.

Bagaimana Kunyit Bekerja Meredakan Nyeri Menstruasi?

Cara Kunyit Meredakan Nyeri Menstruasi

Jamu kunyit, yang terdiri dari campuran kunyit (Curcuma Longa) dan asam jawa, telah digunakan secara tradisional sejak lama untuk membantu meredakan nyeri menstruasi. Cara kerja jamu kunyit dalam meredakan nyeri menstruasi seperti dikutip dari laman Halodoc, dapat dijelaskan melalui beberapa mekanisme berikut.

Kunyit dikenal memiliki sifat analgesik yang efektif untuk meredakan nyeri di berbagai bagian tubuh. Kandungan kurkuminnya mampu menghambat produksi hormon prostaglandin, yang sering kali menjadi penyebab peradangan dan nyeri saat menstruasi.

Selain nyeri, banyak wanita juga mengalami kram perut saat haid. Untungnya, kurkumin pada kunyit memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan kram perut akibat kontraksi otot rahim dan usus, sehingga memberikan kenyamanan lebih saat menstruasi.

Selain itu, kurkumin juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat memperburuk peradangan dan menyebabkan kerusakan sel. Dengan mengurangi radikal bebas, kurkumin membantu mengurangi kerusakan dan inflamasi di sekitar rahim.

Sehingga secara keseluruhan, bisa membantu mengurangi intensitas nyeri menstruasi, membantu mengurangi rasa sakit secara langsung, yang cepat dan efektif meskipun efek ini bisa bervariasi antar individu.

Kandungan Nutrisi Kunyit

kandungan nutrisi pada kunyit

Dilansir dari Data Komposisi Pangan Indonesia, berikut adalah kandungan nutrisi pada 100 gram kunyit segar.

  • Energi: 6,9 kalori.
  • Air: 84,9 gram.
  • Karbohidrat: 9,1 gram.
  • Lemak: 2,7 gram.
  • Protein: 2 gram.
  • Serat: 0,6 gram.
  • Kalium: 406,7 miligram.
  • Fosfor: 78 miligram.
  • Kalsium: 24 miligram.
  • Zat besi: 3,3 miligram.
  • Vitamin C: 1 miligram.
  • Seng: 0,4 miligram.
  • Niasin: 0,4 miligram.
  • Tiamin (vitamin B1): 0,03 miligram.
  • Riboflavin: 0,02 miligram.
  • Beta karoten: 12 mikrogram.

Minum Jamu Kunyit Jadi Caraku Melestarikan Tradisi di Era Modern

Di tengah gempuran produk-produk modern dan obat-obatan kimia, tradisi mengkonsumsi jamu kunyit masih tetap bertahan tak tergerus zaman. Bahkan, semakin banyak generasi muda seperti saya yang mulai tertarik kembali pada ramuan alami ini setelah membuktikan langsung manfaatnya.

Saya sering berbagi cerita tentang jamu kunyit meski tak intens, baik di media sosial maupun kepada teman-teman saya. Bahkan juga membagikan cara dan resep membuat jamu kunyit yang diajarkan oleh mamak saya. Saya ingin bukan hanya saya saja yang merasakan manfaat rutin minum jamu kunyit. 

Jamu kunyit adalah warisan yang harus dijaga dan diteruskan. Bukti bahwa kearifan lokal dan tradisi turun-temurun memiliki nilai yang tak ternilai. Tidak hanya efektif dalam meredakan nyeri haid, jamu kunyit membuktikan bahwa kita bisa menjaga kesehatan dengan cara yang alami dan aman.

Bagi saya, mamak, dan banyak wanita lainnya, jamu kunyit lebih dari sekadar obat alami. Ini adalah simbol kearifan lokal dan kebijaksanaan leluhur. Bahwa di setiap teguk jamu kunyit, ada warisan yang terus hidup, menyembuhkan, dan menginspirasi generasi berikutnya.

Tips Minum Jamu Kunyit

Berikut beberapa tips untuk mengonsumsi jamu kunyit dengan aman, semoga bermanfaat.

  • Pilih kunyit segar yang berkualitas baik sebab kunyit segar biasanya memiliki rasa yang lebih kuat dan lebih banyak nutrisi.
  • Kombinasikan kunyit dengan bahan lain seperti asam jawa, jahe atau madu. Jahe dapat menambah efek anti-inflamasi, sementara madu dapat meningkatkan rasa dan memberikan manfaat tambahan untuk kesehatan.
  • Konsumsi kunyit dalam jumlah yang tepat, jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
  • Minum jamu kunyit secara teratur, misalnya setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu.
  • Namun, hindari konsumsi berlebihan karena bisa menyebabkan efek samping seperti gangguan pencernaan.
  • Simpan dengan benar, jika membuat jamu kunyit dalam jumlah besar, simpan dalam wadah kaca di dalam lemari es dan habiskan dalam 3-4 hari untuk menjaga kesegarannya.
  • Namun sebaiknya habiskan dalam sekali buat.
  • Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu atau sedang hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai konsumsi jamu kunyit secara rutin.
  • Perhatikan reaksi tubuh terhadap kunyit dan hentikan konsumsi jika terjadi reaksi alergi atau efek samping yang tidak diinginkan.

 

Note

  • Gambar diperoleh dan diolah mandiri oleh penulis dari Canva. 
  • Penerbitan konten ini untuk tujuan informasi umum dan dengan i;tikad baik, hasil bisa berbeda pada tiap orang.

12 komentar

Comment Author Avatar
4 Juni 2024 pukul 00.02 Hapus
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Comment Author Avatar
4 Juni 2024 pukul 00.03 Hapus
Keren ibunya kak sudah membiasakan minum Jamu sedari kecil, karena manfaatnya banyak banget. Minum jamu ini paling enak kalau lagi menstruasi. Rasanya menenangkan, rasa sakit pun perlahan hilang.
Comment Author Avatar
5 Juni 2024 pukul 12.06 Hapus
Jamu kunyit ini andalan istri banget kalau lagi datang bulan. Dia jadi agak kalem kalau udah mengonsumsi jamu kunyit sekalipun kondisinya kurang stabil pas lagi menstruasi
Comment Author Avatar
5 Juni 2024 pukul 14.23 Hapus
betul sekali..saya pun punya pengalaman yang sama. kunyitnya dibuat kunyit asem kalau saya. enak banget dan jadi obat lagi yaaa...kunyit memang sekeren itu manfaatnya.
Comment Author Avatar
5 Juni 2024 pukul 16.28 Hapus
Jamu menjadi pilihan terbaik bagi kita masyarakat Indonesia terutama di desa-desa. Selain menjaga warisan nenek moyang, juga minim atau bahkan tanpa efek samping.
Comment Author Avatar
5 Juni 2024 pukul 22.39 Hapus
saya dulu pas lajang kalau lagi haid sering beli kiranti. padahal bikin jamu kunyit sendiri itu gampang ya, dan bahannya mudah di dapat. tapi terkadang malas.
Comment Author Avatar
6 Juni 2024 pukul 02.47 Hapus
Dulu saat nyeri perut karena datang bulan, pernah dikasih feminax. Tapi lama-lama kok bikin candu, akhirnya coba beralih ke alami, yaitu minum jamu kunyit asam. Awalnya nggak suka, tapi lama kelamaan, kok enak.
Comment Author Avatar
6 Juni 2024 pukul 10.58 Hapus
Nah iya nih, saya kalau lagi datang bulan minum kunyit asem ini manjur lho untuk meredakan nyeri. Mood jadi membaik juga
Comment Author Avatar
Han
6 Juni 2024 pukul 22.10 Hapus
Bener banget sih, ini juga aku dibiasain sama ibuku sejak gadis minum jamu kunyit jadinya alhamdulillah gapernah ngalamin nyeri haid emang
Comment Author Avatar
8 Juni 2024 pukul 11.01 Hapus
Warisan nenek moyang memang ga bisa ditinggalkan, Kak. Apalagi bikin jamu kunyit caranya mudah dan bahannya juga mudah didapatkan
Comment Author Avatar
9 Juni 2024 pukul 08.39 Hapus
aku belum merasakan nyeri saat hadi sih, Alhamdulillah. Meski begitu, aku termasuk penggemar jamu kunyit asam. Karena suka aja, Dan setauhu jamu kunir ini bisa membuat haid lancar juga, ya kan mbak ?
Comment Author Avatar
9 Juni 2024 pukul 14.03 Hapus
iya mbaa.. sedahsyat itu pokoknya..